Senin, 30 April 2012

Honda Beat versi Thailand

Motor honda yang tadinya adalah honda beat ini telah dirubah menjadi honda icon yang merupakan salah satu motor honda di thailand. Motor beat ini mengikuti konsep thailand yang hampir merubah total dari keadaan semula.Berikut foto Honda Icon.
Modifikasi :
1. Sok depan Trusty
2. Disk NUI
3. Sok belakang YSS series K
4. Velg DID Alumunium
5. Knalpot Tsukigi
6. Jok Somjin
7. Handle rem KTC(Kitaco)

Jual Body Honda Beat

Di jual body beat asli Honda keadaan bekas pakai,mulus,striping asli Thailand.
ini foto body.





Untuk lokasi daerah Bekasi, Harapan Indah.yang berminat bisa email ke fransiskusxaverius@gmail.com (harga terjangkau)


SOLD gan..

Jumat, 27 April 2012

Mio Amore

Saat ini banyak sekali motor-motor di Indonesia yang dimodifikasi dengan mengambil konsep modifikasi di Thailand. mungkin karna modofikasi di sana lebih keren dan lebih berbobot kali ya.coba kita intip sedikit motor-motor di Indonesia yang salah satunya mengikuti konsep Thailand,

Nah ini dia salah satunya si meong putih yang tergolong konsep ThaiLook..disini konsep 'Thai' nya simple. "Konsep Thai ini memiliki gaya yang unik dan tidak sembarang memodifikasi. Dalam konsep Thai,kita sangat memperhatikan penampilan motor,cocok atau tidaknya motor kita dengan menggunakan part variasi. Namun  konsep Thai tidak harus banyak yang dimodifikasi,jadi konsep motor Thai berbeda dengan konsep motor Kontes",ujar sang modifikator(Antonius Setiawan).

Ini salah satu motor yang dimodifikasi oleh Antonius Setiawan. Untuk motor selanjutnya,kita tunggu saja kesediaan sang modifikator mempublikasikan penampilan si Icon.

Variasi Amore :
Velg Akront 1.20 Depan/Belakang
Ban Depan Dunlop 45/90
Sok YSS tipe GOG
Grip ProTaper

Minggu, 05 Februari 2012

Selasa, 02 Agustus 2011

Modifikasi Yamaha Mio 2010 (Depok)

Yamaha Mio, Modal 110 CFM Jadi Juara 1

Yamaha Mio pacuan Bangga DS dari tim Cargloss AHRS bikin bangga.  Sukses juara 1 kelas 150 cc pemula. Tepatnya di ronde IV MOTOR Plus Indonesian Super Matic Race di  Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu lalu.

Menurut Chepy Sugianto dan Suri  sang mekanik, kepala silinder korekannya diukur menggunakan flowbench di Bintang Racing Team (BRT). Flow atau debit gas bakar yang ada di lubang isap mencapai 110 cfm.

Itu didapat dengan menggunakan klep isap 28 mm. Sedangkan besar diameter lubang inlet dikorek mencapai 25,5 mm. Untuk klep ukuran ini memang menurut rumus dari flowbench BRT harus mencapai 110 cfm. “Agar gas bakar yang terisap optimal,” jelas Chepy yang  endut itu.

Untuk bukaan atau durasi klep dibikin sama. Klep isap membuka 34 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 60 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Durasi totalnya jadi 274 derajat.

Untuk klep buang juga tetap 274 derajat. Klep eksos membuka 60 derajat sebelum TMB dan menutup 34 derajat setelah TMA.

Durasi kem bisa dibuat ekstrem atau tinggi karena rasio kompresi juga sudah besar. Walau menggunakan bahan bakar Pertamax Plus, rasio kompresi bisa dipastikan dipatok pada 13,5 : 1.

Untuk suplai bahan bakar dipilih khusus agar sesuai dengan suhu pada malam hari. Maklum di balap matik lalu dipentas pada malam hari.


Menurut Chepy, paling pas menggunakan karburator Mikuni TM dengan diameter venturi 28 mm. Untuk pilot-jet 17,5 dan main-jet 127,5. Sesuai juga dengan trek yang waktu itu butuh rolling speed dan akselerasi spontan.

Guna mengimbangi kondisi sirkuit yang cocok untuk matik itu, CVT juga diatur ulang. Karena durasi kem yang ekstrem dan bagus untuk putaran atas, maka tenaga atau power di rpm bawah juga kudu dibenahi.

Menurut mekanik berambut ikal itu, roller dipilih yang punya bobot paling ringan. Di pasaran paling ringan tersedia bobot 5 gram.

Penyesuaian lain yaitu untuk buka-tutup kem yang punya lift bermain di angka  8,3 mm untuk klep buang dan klep isap 8,9 mm. Harus didukung penggunaan per klep Jepang yang dipasarkan AHRS .

Menggunakan per klep Jepang artinya membuat mesin bisa menjerit sampai rpm tinggi. Tidak floating dan suara mesin enggak mendem.

Penyesuain lain tentunya juga ikut dilakukan. Tentu mengikuti karakter sirkuit yang didominasi banyak tikungan. Yaitu seting suspensi.  Rebound juga kudu dibuat keras. “Baliknya sokbreker dibuat lama,” cuap Chepy lagi. 

Untuk aliran gas buang dipilih menggunakan buatan AHRS. Katanya dibuat dari bahan stainless yang punya diameter pas untuk mesin 150 cc. Knalpot ini juga sudah diproduksi massal untuk Mio harian dan balap bore up sampai dengan 150 cc.  Lha?  (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Ban : Indotire
CDI : BRT
Roller : AHRS
Sok belakang :  Daytona
 
Penulis : Aong | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yudi

Jumat, 04 Juni 2010

Pasang Karbu PE di Scorpio

Cukup Putar Manifold
4647pasang-karbu-adib-1.jpgGanti karbu Keihin PE pada Yamaha Scorpio kerap dilakukan mekanik. Untuk pemaasangan memang agak repot. Karena kalau karbu langsung dipasang ke intake karet bawaan motor bodi karbu bakal mentok dinamo stater.

Solusinya yang banyak diaplikasi akhirnya pasang adaptor atau intake tambahan yang dibuat dari aluminium. Dengan metode ini keuntungannya filter karbu tetap bisa diaplikasi.

"Kalau mau praktis pasang karbu PE sebetulnya bisa saja," ujar Suryo mekanik sekaligus pemilik bengkel Suryo motor di Cipinang, Jakarta Timur. Suryo bilang, caranya cukup sederhana. Yaitu tinggal putar saja posisi dudukan intake standar yang nempel di blok silinder.

Jadi, proses pengerjaanya mudah, lepas dulu dua baut pengikat intake standar menggunakan kunci ring 10. Setelah baut dibuka tinggal lepas intake dari blok. "Hati-hati saat melepasnya jangan sampai o-ring dalam intake rusak," ujar mekanik berkulit gelap ini.4648pasang-karbu-adib-2.jpg

Baru kemudian pasang kembali intake tapi posisinya dibalik. "Sisi bagian bawah intake yang tertulis kode BP5 letaknya pindah ke atas. Nah sebelum pasang dioles dulu pangkal intake pakai sealer" lanjut Soryo lagi.

Posisi intake yang sudah diputar bikin moncong bagian dalam karbu bisa dikunci klem intake. "Lumayan, jaraknya jadi lebih panjang 0,5 cm. Dengan begitu, moncong bagian dalam karbu bisa lebih menempel," yakin Suryo.

Namun konsekuensinya cocok bagi mesin Scorpio open air. Maksudnya kudu pakai filter variasi. Ini lantaran jarak karet klem standar yang mengunci venturi jadi terlalu pendek.

Kamis, 03 Juni 2010

Korek Harian Motor 4tak

Populasi bebek 4-nada kian bengkak. Yang nyemplak tidak mulu ibu-ibu ke pasar, nona-nona ke sekolah dan bapak-om ke kantor. Atau ojeker yang maunya irit. Tapi, bebek ini jadi kebanggan anak muda. Lebih ekstrem lagi, anak muda aliran olip alias ogah disalip.

Kalangan penyuka 4-tak ini, tentu belajar dari balapan. Entah itu MotoGP atau pasar senggol. Oooo... nyatanya 4-tak juga bisa kencang, ya. Berarti bisa kena sentuhan kohar alias korek harian. Iya, motor yang disuntik kemampuannya dari kondisi standar pabrik. Di zaman 2-tak, disebut korek jalanan.

Nah, era 4-tak sebut saja si kohar tadi. “Korek harian sama saja dengan korek jalanan. Intinya, lebih enak dari standar pabrik,” papar Zainudin mesra dipanggil bang Zai yang dulunya tukang korek jalanan 2-tak. Sekarang doski fokus korek harian 4-tak, tentu ikut berlaga di pasar senggol.

Aroma kohar wajib dibatasi. Otak-atik komponen mesin ditujukan sebagai kendaraan penunjang rutinitas. Fungsi, ketahanan, serta kenyamanan tetap kental pada kohar. “Lebih enak sekitar 20 persen tenaganya dari pabrik,” jelas Andika Bintang Budaya alias Gandhoz, mekanik yang juga instruktur HMTC.

So, bisa dipahami kan? Kohar bukan korekan balap. Ini pada 4-tak saat ini. Dulu, era 90-an, korek harian di 2-tak identik dengan balapan benaran 2-tak. Terutama kelas standar pemula 110 cc 2-tak. Di kelas ini, dilarang mengganti komponen dengan kompetisi. Murni bawaan pabrik yang dikorek di sana-sini.

Sementara, balap 4-tak di pemula dan senior, motornya setara. Yang membedakan kategori pembalapnya. Makanya, “Spek 4-tak untuk balap tak bisa mentah-mentah diterapkan di korek harian,” jelas tambah Gandhoz.

Kohar telah lama dikenal. Ya, sejak motor dijual. Biasa, itu hobi otak-atik menjalar ke jalanan. Dulu, lebih akrab disebut korek jalanan. “Apalagi saat kebut-kebutan di jalan ramai. Korek jalanan banyak dilakukan bengkel umum. Tapi masih murni akal-akalan mekanik,” kata Chairul alias Bang Yun, mekanik Yun’s Motor di Joglo, Jakarta Barat.

Perkembangan teknologi, kohar tidak sekadar mengandalkan mekanik. Onderdil pendukungnya, marak diperjualbelikan. Contoh, ratusan jenis knalpot racing, onderdil mesin, pengapian, bahkan peranti ciet. Kohar pun dapat angin. Bagi oknum anak muda, eh, malah berlanjut ke bali. Yang ini mah keliru.

Makanya, sesuai definisinya, kohar harus tetap mengandung tiga hal. Yaitu, fungsi, kenyamanan dan keamanan. Tetap punya perlengkapan lalulintas, rem pakem, dan layak bagi umum.

Kan korek harian tidak mengubah fungsi utama. Dia tetap sebagai kendaran sehari-hari mengantar sampeyan sampai tujuan. Berarti, setingan tidak terlalu boros dan tahan alias tidak rentan jebol. Makin ekstrem ubahan, kian rawan daya tahannya. “Memaksakan kemampuan motor jelas punya risiko. Kecuali sekalian ikut balap,” wanti Bang Zai lagi.

Unsur keamanan, ubahan korek harian musti mengikutkan standar. Misal, ubahan pada ban dan sistem pengereman bisa mendukung kecepatan akibat dikorek. “Ini wajib, termasuk untuk 4-tak,” tambah BangYun