Jumat, 04 Juni 2010

Pasang Karbu PE di Scorpio

Cukup Putar Manifold
4647pasang-karbu-adib-1.jpgGanti karbu Keihin PE pada Yamaha Scorpio kerap dilakukan mekanik. Untuk pemaasangan memang agak repot. Karena kalau karbu langsung dipasang ke intake karet bawaan motor bodi karbu bakal mentok dinamo stater.

Solusinya yang banyak diaplikasi akhirnya pasang adaptor atau intake tambahan yang dibuat dari aluminium. Dengan metode ini keuntungannya filter karbu tetap bisa diaplikasi.

"Kalau mau praktis pasang karbu PE sebetulnya bisa saja," ujar Suryo mekanik sekaligus pemilik bengkel Suryo motor di Cipinang, Jakarta Timur. Suryo bilang, caranya cukup sederhana. Yaitu tinggal putar saja posisi dudukan intake standar yang nempel di blok silinder.

Jadi, proses pengerjaanya mudah, lepas dulu dua baut pengikat intake standar menggunakan kunci ring 10. Setelah baut dibuka tinggal lepas intake dari blok. "Hati-hati saat melepasnya jangan sampai o-ring dalam intake rusak," ujar mekanik berkulit gelap ini.4648pasang-karbu-adib-2.jpg

Baru kemudian pasang kembali intake tapi posisinya dibalik. "Sisi bagian bawah intake yang tertulis kode BP5 letaknya pindah ke atas. Nah sebelum pasang dioles dulu pangkal intake pakai sealer" lanjut Soryo lagi.

Posisi intake yang sudah diputar bikin moncong bagian dalam karbu bisa dikunci klem intake. "Lumayan, jaraknya jadi lebih panjang 0,5 cm. Dengan begitu, moncong bagian dalam karbu bisa lebih menempel," yakin Suryo.

Namun konsekuensinya cocok bagi mesin Scorpio open air. Maksudnya kudu pakai filter variasi. Ini lantaran jarak karet klem standar yang mengunci venturi jadi terlalu pendek.

Kamis, 03 Juni 2010

Korek Harian Motor 4tak

Populasi bebek 4-nada kian bengkak. Yang nyemplak tidak mulu ibu-ibu ke pasar, nona-nona ke sekolah dan bapak-om ke kantor. Atau ojeker yang maunya irit. Tapi, bebek ini jadi kebanggan anak muda. Lebih ekstrem lagi, anak muda aliran olip alias ogah disalip.

Kalangan penyuka 4-tak ini, tentu belajar dari balapan. Entah itu MotoGP atau pasar senggol. Oooo... nyatanya 4-tak juga bisa kencang, ya. Berarti bisa kena sentuhan kohar alias korek harian. Iya, motor yang disuntik kemampuannya dari kondisi standar pabrik. Di zaman 2-tak, disebut korek jalanan.

Nah, era 4-tak sebut saja si kohar tadi. “Korek harian sama saja dengan korek jalanan. Intinya, lebih enak dari standar pabrik,” papar Zainudin mesra dipanggil bang Zai yang dulunya tukang korek jalanan 2-tak. Sekarang doski fokus korek harian 4-tak, tentu ikut berlaga di pasar senggol.

Aroma kohar wajib dibatasi. Otak-atik komponen mesin ditujukan sebagai kendaraan penunjang rutinitas. Fungsi, ketahanan, serta kenyamanan tetap kental pada kohar. “Lebih enak sekitar 20 persen tenaganya dari pabrik,” jelas Andika Bintang Budaya alias Gandhoz, mekanik yang juga instruktur HMTC.

So, bisa dipahami kan? Kohar bukan korekan balap. Ini pada 4-tak saat ini. Dulu, era 90-an, korek harian di 2-tak identik dengan balapan benaran 2-tak. Terutama kelas standar pemula 110 cc 2-tak. Di kelas ini, dilarang mengganti komponen dengan kompetisi. Murni bawaan pabrik yang dikorek di sana-sini.

Sementara, balap 4-tak di pemula dan senior, motornya setara. Yang membedakan kategori pembalapnya. Makanya, “Spek 4-tak untuk balap tak bisa mentah-mentah diterapkan di korek harian,” jelas tambah Gandhoz.

Kohar telah lama dikenal. Ya, sejak motor dijual. Biasa, itu hobi otak-atik menjalar ke jalanan. Dulu, lebih akrab disebut korek jalanan. “Apalagi saat kebut-kebutan di jalan ramai. Korek jalanan banyak dilakukan bengkel umum. Tapi masih murni akal-akalan mekanik,” kata Chairul alias Bang Yun, mekanik Yun’s Motor di Joglo, Jakarta Barat.

Perkembangan teknologi, kohar tidak sekadar mengandalkan mekanik. Onderdil pendukungnya, marak diperjualbelikan. Contoh, ratusan jenis knalpot racing, onderdil mesin, pengapian, bahkan peranti ciet. Kohar pun dapat angin. Bagi oknum anak muda, eh, malah berlanjut ke bali. Yang ini mah keliru.

Makanya, sesuai definisinya, kohar harus tetap mengandung tiga hal. Yaitu, fungsi, kenyamanan dan keamanan. Tetap punya perlengkapan lalulintas, rem pakem, dan layak bagi umum.

Kan korek harian tidak mengubah fungsi utama. Dia tetap sebagai kendaran sehari-hari mengantar sampeyan sampai tujuan. Berarti, setingan tidak terlalu boros dan tahan alias tidak rentan jebol. Makin ekstrem ubahan, kian rawan daya tahannya. “Memaksakan kemampuan motor jelas punya risiko. Kecuali sekalian ikut balap,” wanti Bang Zai lagi.

Unsur keamanan, ubahan korek harian musti mengikutkan standar. Misal, ubahan pada ban dan sistem pengereman bisa mendukung kecepatan akibat dikorek. “Ini wajib, termasuk untuk 4-tak,” tambah BangYun

Velg TDR

Velg TDR adalah velg buatan Thailand. Dari nama TDR(Thailand Development Racing), dapat di pahami bahwa TDR adalah salah satu Perlatan Motor yang dibuat untuk adu gengsi. Dan TDR merupakan merk ternama. Terutama di bagian Velg. Harganya pun cukup mahal,, tapi seimbang dengan harga dan mutu kualitasnya.
Velg TDR ini cukup bermodel dan cukup kuat walaupun bahannya terbuat dari Alumunium.

Minggu, 27 September 2009

Knalpot Kawasaki 250 R

Pasang Knalpot Racing



Beberapa pemilik Kawasaki Ninja 250R yang ganti knalpot racing mengeluhkan kesulitan saat seting. Kalau nggak nembak-nembak, tenaga nggak ngaruh banyak. Meski sudah seting jeting, tetap saja gejala nembak susah diatasi. Tenaga juga tetap masih kurang nendang.



Menurut Bambang Warsito, ada yang perlu dilakukan saat ganti knalpot racing, selain jeting. "Kalau dari pengalaman banyak pengguna Ninja, termasuk yang di arena balap, lubang snorkle musti ditutup. Itu mempermudah seting atau jeting," terang mekanik bengkel Anjany Racing, Jakarta Barat.



Dimaksud snorkle katup dari air clean system yang terhubung dari filter udara dan ke head silinder atau lubang buang. "Itu kan untuk pasokan udara bersih. Memperbanyak O2 yang disemprotkan di lubang buang, sehingga bisa menekan CO. Tujuannya untuk mengurangi emisi atau polutan," tambahnya.



Nah, saat knalpot diganti racing kan lebih free flow. Efek tendangan balik berkurang. Akibatnya bahan bakar ada yang terbuang. Dibarengi masih pasang snorkle masih terdapat udara murni yang menuju lubang buang. Udara itu akan terbakar di knalpot bersama bahan bakar yang terbuang. Maka dampaknya jelas jadi nembak. Dor...dor..!



"Makanya, melepas snorkle memang jadi cara yang lebih efektif. Tinggal atur komposisi gas bakar dari jeting," tambah Stanley Hudiono, manager Best Lap Racing Team, yang juga copot snorkle di semua motor balapnya.



Namun ketika snorkle dilepas, otomatis lubang saluran menuju ke head harus ditutup. Jangan dibiarkan menganga. Demikian juga untuk filter dan ke karburator. "Bisa menggunakan baut 12, yang biasa untuk silinder motor 2-tak seperti RX-King. Tinggal diiket deh pake kawat," terangnya lagi.



Sementara, untuk saluran karbu bisa ditutup pake skrup yang biasa dipakai untuk cover bodi. "Sedang untuk filter, bisa langsung ditutup langsung pake lem. Takut masuk air," tambah Stanley.



Memang sih, efek dari pelepasan snorkle membuat CO jadi tinggi. "Ya memang risiko untuk dapat tenaga yang lebih gede," kilah Bambang.

Rabu, 16 September 2009

Perbesar Suplai Bensin

Karbu dan Kem Racing
2009-06-05 19:02:01
2284dongkrak-satria-dvd-1.jpgBagi yang masih penasaran pengin tenaga Suzuki Satria F-150 lebih tinggi lagi, bisa terapkan doping tambahan. Caranya memperbesar pemasukan campuran bensin-udara yang masuk silinder. Bisa pasang karbu gede, kem durasi lama dan lift tinggi.

Karburator standar menggunakan sistem vakum. Suplai bensin kurang responsif lantaran menunggu kevakuman dari mesin. Ukuran venturi juga hanya 26 mm. Pilot-jet 12,5 dan main-jet 110.

Jika mau pakai karbu yang lebih gede, bisa menggunakan Keihin PE 28. Tujuannya bukan saja mendongkrak power. Tarikan mesin lebih responsif Racinglantaran menganut model skep yang langsung ditarik kabel gas. Tidak seperti standar F-150 model vakum, yang jauh lebih lambat.2285dongkrak-satria-dvd-2.jpg

Namun penggunaan karbu PE 28 ini harus seting spuyer. “Jika masih pakai spuyer bawaan PE 28 akan ngok di putaran atas lantaran kegedean,” jelas Suar yang sudah pasti mekanik BRT itu.

Untuk itu spuyer harus diseting ulang sesuai kemauan mesin. Menurut Hasan dari Hasan Motor, pilot-jet pasang ukuran 42 yang memang bawaan PE 28.

Sementara main-jet harus diganti. Bawaan PE 28 kegedean, yaitu 152. Kata Hasan, pasnya pakai yang 120. “Bentuknya seperti main-jet punya Honda Tiger,” jelas Hasan dari Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Hasan juga kasih penjelasan. Katanya jika susah mencari main-jet Tiger yang asli, bisa ambil merek Extreme. Katanya lebih akurat dari merek lain.

Jangan lupa setelan udaranya harus diatur ulang. Sudah menggunakan knalpot racing, setelan 2 putar balik setelah diseting mentok.

Namun jika sudah menggunakan kem racing biasanya spuyer harus diseting ulang. Kalau pakai kem Kawahara, anehnya spuyer minta diturunkan. Misalkan asalnya pilot-jet 42 dan main-jet 120 harus diganti pakai yang lebih kecil. Sekitar 1 step.

Mau lebih sip lagi, perbesar kompresi. “Caranya gampang. Paking kepala silinder asli ada 3 lapis, tinggal dikurangi. kompresi dipastikan sudah lumayan naik,” jelas Suar.

Bensin KLX 150 dan Satria F150

Boleh Premium, Asal...
2009-09-11 22:36:59
2961hal12_bensinklx_boyo1.jpgKawasaki KLX150 sejatinya motor elit. Buktinya PT Kawasaki Indonesia (KMI) anjurkan motor gaya 'Ali Topan' itu memakai bensin oktan 91 atau setara Pertamax. "Di KLX150 mengikuti spek motor 4-tak kompresi tinggi. Rasio kompresi 9,5 : 1 sesuai tipikalnya yang jago torsi, galak di rpm bawah. Jadi butuh bensin oktan tinggi," ujar Reiner M. Sitorus, Head Market Spare-Parts & Service Department, PT KMI.

Sayangnya, banyak joki KLX150 acuh anjuran pabrik yang tertulis jelas di atas tangki. Atau karena alasan lain, banyak yang pakai bensin dengan RON di bawah 91, seperti Premium. "Akibatnya, terjadi detonasi, ngelitik karena pembakaran tidak pada waktunya. Efeknya ruang bakar cepat kotor," jelas Reiner lagi.2962hal12_bensinklx_boyo2.jpg

Hal ini pun terjadi di Satria F-150 yang mewajibkan pakai bahan bakar setara Pertamax. Jika tidak, bukan mustahil gak cuma ruang bakar kotor. Keselamatan mesin pun terancam.

Toh menurut Ibnu Sambodo, jika terpaksa pakai Premium, gejala ngelitik bisa diakali. Caranya, ubah waktu pengapian secara manual. Triknya kudu dikerjakan mekanik andal. "Mundurin waktu pengapian dengan mengubah posisi pick-up koil atau pulser. Geser pulser ke kiri secara presisi," ujar pawang tim balap Kawasaki Elf IRC NHK Rextor M-Tech itu.

Selain mundurin waktu pengapian manual, cara lain yang mujarab mengganti perangkat pengapian CDI atau igniter dengan yang programmable. Yaitu yang bisa diatur waktu pengapiannya.

"Kebetulan PT KMI sudah siapkan CDI aftermarket berlabel Nojikawa. CDI ini bisa disetel waktu pengapiannya, maju atau mundur. Cukup putar ke kiri atau ke kanan knop waktu pengapiannya. Kalau pakai Premium, tinggal mundurin setengah atau 1 derajat," pesan Reiner.

So, tingal pilih. Isi Pertamax, ubah waktu pengapian atau pakai CDI yang programmable.

Kamis, 27 Agustus 2009

Disc Belakang

DISC BELAKANG
2009-01-07 15:45:43
81302-var-disc-blkg-yudi.jpg









Ukuran : 220 mm
Merek : Koso
Harga : Rp 250 ribu
Alamat : Boulevard Hijau Blok B1, No.40
Ruko Sentra Niaga 3
Harapan Indah, Bekasi
Telepon : (021) 92683609