daerah Bekasi, Pondok Ungu. minat, mail ke : fransiskusxaverius@gmail.com
Selasa, 04 Desember 2012
Selasa, 22 Mei 2012
Honda Beat versi Icon
Hallo teman-teman. Terima Kasih telah mengunjungi blog ini. Pada sesi ini saya akan menampilkan motor honda beat yang terbaru untuk perubahan dari yang sebelumnya.
Semoga penampilan terbaru dari beat ini lebih baik dari sebelumnya dan lebih mengarah ke style Thailand atau bahasa gaulnya ThaiLook.hehehe..Saya berharap
Senin, 30 April 2012
Honda Beat versi Thailand
Motor honda yang tadinya adalah honda beat ini telah dirubah menjadi honda icon yang merupakan salah satu motor honda di thailand. Motor beat ini mengikuti konsep thailand yang hampir merubah total dari keadaan semula.Berikut foto Honda Icon.
Modifikasi :
1. Sok depan Trusty
2. Disk NUI
3. Sok belakang YSS series K
4. Velg DID Alumunium
5. Knalpot Tsukigi
6. Jok Somjin
7. Handle rem KTC(Kitaco)
Jual Body Honda Beat
Di jual body beat asli Honda keadaan bekas pakai,mulus,striping asli Thailand.
ini foto body.
Untuk lokasi daerah Bekasi, Harapan Indah.yang berminat bisa email ke fransiskusxaverius@gmail.com (harga terjangkau)
SOLD gan..
ini foto body.
Untuk lokasi daerah Bekasi, Harapan Indah.yang berminat bisa email ke fransiskusxaverius@gmail.com (harga terjangkau)
SOLD gan..
Jumat, 27 April 2012
Mio Amore
Saat ini banyak sekali motor-motor di Indonesia yang dimodifikasi dengan mengambil konsep modifikasi di Thailand. mungkin karna modofikasi di sana lebih keren dan lebih berbobot kali ya.coba kita intip sedikit motor-motor di Indonesia yang salah satunya mengikuti konsep Thailand,Nah ini dia salah satunya si meong putih yang tergolong konsep ThaiLook..disini konsep 'Thai' nya simple. "Konsep Thai ini memiliki gaya yang unik dan tidak sembarang memodifikasi. Dalam konsep Thai,kita sangat memperhatikan penampilan motor,cocok atau tidaknya motor kita dengan menggunakan part variasi. Namun konsep Thai tidak harus banyak yang dimodifikasi,jadi konsep motor Thai berbeda dengan konsep motor Kontes",ujar sang modifikator(Antonius Setiawan).
Ini salah satu motor yang dimodifikasi oleh Antonius Setiawan. Untuk motor selanjutnya,kita tunggu saja kesediaan sang modifikator mempublikasikan penampilan si Icon.
Variasi Amore :
Velg Akront 1.20 Depan/Belakang
Ban Depan Dunlop 45/90
Sok YSS tipe GOG
Grip ProTaper
Minggu, 05 Februari 2012
Selasa, 02 Agustus 2011
Modifikasi Yamaha Mio 2010 (Depok)
Yamaha Mio, Modal 110 CFM Jadi Juara 1 
Yamaha Mio pacuan Bangga DS dari tim Cargloss AHRS bikin bangga. Sukses juara 1 kelas 150 cc pemula. Tepatnya di ronde IV MOTOR Plus Indonesian Super Matic Race di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu lalu.
Menurut Chepy Sugianto dan Suri sang mekanik, kepala silinder korekannya diukur menggunakan flowbench di Bintang Racing Team (BRT). Flow atau debit gas bakar yang ada di lubang isap mencapai 110 cfm.
Itu didapat dengan menggunakan klep isap 28 mm. Sedangkan besar diameter lubang inlet dikorek mencapai 25,5 mm. Untuk klep ukuran ini memang menurut rumus dari flowbench BRT harus mencapai 110 cfm. “Agar gas bakar yang terisap optimal,” jelas Chepy yang endut itu.
Untuk bukaan atau durasi klep dibikin sama. Klep isap membuka 34 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 60 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Durasi totalnya jadi 274 derajat.
Untuk klep buang juga tetap 274 derajat. Klep eksos membuka 60 derajat sebelum TMB dan menutup 34 derajat setelah TMA.
Durasi kem bisa dibuat ekstrem atau tinggi karena rasio kompresi juga sudah besar. Walau menggunakan bahan bakar Pertamax Plus, rasio kompresi bisa dipastikan dipatok pada 13,5 : 1.
Untuk suplai bahan bakar dipilih khusus agar sesuai dengan suhu pada malam hari. Maklum di balap matik lalu dipentas pada malam hari.

Menurut Chepy, paling pas menggunakan karburator Mikuni TM dengan diameter venturi 28 mm. Untuk pilot-jet 17,5 dan main-jet 127,5. Sesuai juga dengan trek yang waktu itu butuh rolling speed dan akselerasi spontan.
Guna mengimbangi kondisi sirkuit yang cocok untuk matik itu, CVT juga diatur ulang. Karena durasi kem yang ekstrem dan bagus untuk putaran atas, maka tenaga atau power di rpm bawah juga kudu dibenahi.
Menurut mekanik berambut ikal itu, roller dipilih yang punya bobot paling ringan. Di pasaran paling ringan tersedia bobot 5 gram.
Penyesuaian lain yaitu untuk buka-tutup kem yang punya lift bermain di angka 8,3 mm untuk klep buang dan klep isap 8,9 mm. Harus didukung penggunaan per klep Jepang yang dipasarkan AHRS .
Menggunakan per klep Jepang artinya membuat mesin bisa menjerit sampai rpm tinggi. Tidak floating dan suara mesin enggak mendem.
Penyesuain lain tentunya juga ikut dilakukan. Tentu mengikuti karakter sirkuit yang didominasi banyak tikungan. Yaitu seting suspensi. Rebound juga kudu dibuat keras. “Baliknya sokbreker dibuat lama,” cuap Chepy lagi.
Untuk aliran gas buang dipilih menggunakan buatan AHRS. Katanya dibuat dari bahan stainless yang punya diameter pas untuk mesin 150 cc. Knalpot ini juga sudah diproduksi massal untuk Mio harian dan balap bore up sampai dengan 150 cc. Lha? (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban : Indotire
CDI : BRT
Roller : AHRS
Sok belakang : Daytona
Menurut Chepy Sugianto dan Suri sang mekanik, kepala silinder korekannya diukur menggunakan flowbench di Bintang Racing Team (BRT). Flow atau debit gas bakar yang ada di lubang isap mencapai 110 cfm.
Itu didapat dengan menggunakan klep isap 28 mm. Sedangkan besar diameter lubang inlet dikorek mencapai 25,5 mm. Untuk klep ukuran ini memang menurut rumus dari flowbench BRT harus mencapai 110 cfm. “Agar gas bakar yang terisap optimal,” jelas Chepy yang endut itu.
Untuk bukaan atau durasi klep dibikin sama. Klep isap membuka 34 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 60 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Durasi totalnya jadi 274 derajat.
Untuk klep buang juga tetap 274 derajat. Klep eksos membuka 60 derajat sebelum TMB dan menutup 34 derajat setelah TMA.
Durasi kem bisa dibuat ekstrem atau tinggi karena rasio kompresi juga sudah besar. Walau menggunakan bahan bakar Pertamax Plus, rasio kompresi bisa dipastikan dipatok pada 13,5 : 1.
Untuk suplai bahan bakar dipilih khusus agar sesuai dengan suhu pada malam hari. Maklum di balap matik lalu dipentas pada malam hari.
Guna mengimbangi kondisi sirkuit yang cocok untuk matik itu, CVT juga diatur ulang. Karena durasi kem yang ekstrem dan bagus untuk putaran atas, maka tenaga atau power di rpm bawah juga kudu dibenahi.
Menurut mekanik berambut ikal itu, roller dipilih yang punya bobot paling ringan. Di pasaran paling ringan tersedia bobot 5 gram.
Penyesuaian lain yaitu untuk buka-tutup kem yang punya lift bermain di angka 8,3 mm untuk klep buang dan klep isap 8,9 mm. Harus didukung penggunaan per klep Jepang yang dipasarkan AHRS .
Menggunakan per klep Jepang artinya membuat mesin bisa menjerit sampai rpm tinggi. Tidak floating dan suara mesin enggak mendem.
Penyesuain lain tentunya juga ikut dilakukan. Tentu mengikuti karakter sirkuit yang didominasi banyak tikungan. Yaitu seting suspensi. Rebound juga kudu dibuat keras. “Baliknya sokbreker dibuat lama,” cuap Chepy lagi.
Untuk aliran gas buang dipilih menggunakan buatan AHRS. Katanya dibuat dari bahan stainless yang punya diameter pas untuk mesin 150 cc. Knalpot ini juga sudah diproduksi massal untuk Mio harian dan balap bore up sampai dengan 150 cc. Lha? (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban : Indotire
CDI : BRT
Roller : AHRS
Sok belakang : Daytona
Penulis : Aong | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yudi
Langganan:
Postingan (Atom)





