Senin, 18 Mei 2015

Jual Velg Takasago Biru

Di jual velg Takasago Biru ( Takasago Excel Asia ) ukuran 1.20 - 1.20 = Rp. 870.000,-

Buat yang berminat silahkan hubungi : 53CB2972 / 08982220582
Bisa kirim-kirim dan Cash On Delivery(COD)



Minggu, 19 Mei 2013

Modifikasi Honda Vario Techno 110 & Yamaha Mio


Setelah lama gak update..akhirnya muncul dengan motor yang berbeda, dimodifikasi
honda vario techno 110 yang bersanding dengan yamaha mio. Tetap menggunakan konsep ThaiLooknya
kedua motor ini dimodifikasi dengan susah payah(part vatech susah gannn) akhirnya kita
bisa lihat penampakannya seperti berikut.

yaah walaupun hasilnya kurang maksimal,tp tenang gann,kita gak berhenti di sini. Akan masih banyak perkembangan yang akan terus kita perbaiki.

Selasa, 04 Desember 2012

Jual Disk Variasi Mio merk Megatec

Di Jual Disk Megatec untuk Yamaha Mio. Kondisi Second/Bekas.

daerah Bekasi, Pondok Ungu. minat, mail ke : fransiskusxaverius@gmail.com

Selasa, 22 Mei 2012

Honda Beat versi Icon

Hallo teman-teman. Terima Kasih telah mengunjungi blog ini. Pada sesi ini saya akan menampilkan motor honda beat yang terbaru untuk perubahan dari yang sebelumnya.
Semoga penampilan terbaru dari beat ini lebih baik dari sebelumnya dan lebih mengarah ke style Thailand atau bahasa gaulnya ThaiLook.hehehe..Saya berharap

Senin, 30 April 2012

Honda Beat versi Thailand

Motor honda yang tadinya adalah honda beat ini telah dirubah menjadi honda icon yang merupakan salah satu motor honda di thailand. Motor beat ini mengikuti konsep thailand yang hampir merubah total dari keadaan semula.Berikut foto Honda Icon.
Modifikasi :
1. Sok depan Trusty
2. Disk NUI
3. Sok belakang YSS series K
4. Velg DID Alumunium
5. Knalpot Tsukigi
6. Jok Somjin
7. Handle rem KTC(Kitaco)

Jual Body Honda Beat

Di jual body beat asli Honda keadaan bekas pakai,mulus,striping asli Thailand.
ini foto body.





Untuk lokasi daerah Bekasi, Harapan Indah.yang berminat bisa email ke fransiskusxaverius@gmail.com (harga terjangkau)


SOLD gan..

Jumat, 27 April 2012

Mio Amore

Saat ini banyak sekali motor-motor di Indonesia yang dimodifikasi dengan mengambil konsep modifikasi di Thailand. mungkin karna modofikasi di sana lebih keren dan lebih berbobot kali ya.coba kita intip sedikit motor-motor di Indonesia yang salah satunya mengikuti konsep Thailand,

Nah ini dia salah satunya si meong putih yang tergolong konsep ThaiLook..disini konsep 'Thai' nya simple. "Konsep Thai ini memiliki gaya yang unik dan tidak sembarang memodifikasi. Dalam konsep Thai,kita sangat memperhatikan penampilan motor,cocok atau tidaknya motor kita dengan menggunakan part variasi. Namun  konsep Thai tidak harus banyak yang dimodifikasi,jadi konsep motor Thai berbeda dengan konsep motor Kontes",ujar sang modifikator(Antonius Setiawan).

Ini salah satu motor yang dimodifikasi oleh Antonius Setiawan. Untuk motor selanjutnya,kita tunggu saja kesediaan sang modifikator mempublikasikan penampilan si Icon.

Variasi Amore :
Velg Akront 1.20 Depan/Belakang
Ban Depan Dunlop 45/90
Sok YSS tipe GOG
Grip ProTaper

Minggu, 05 Februari 2012

Selasa, 02 Agustus 2011

Modifikasi Yamaha Mio 2010 (Depok)

Yamaha Mio, Modal 110 CFM Jadi Juara 1

Yamaha Mio pacuan Bangga DS dari tim Cargloss AHRS bikin bangga.  Sukses juara 1 kelas 150 cc pemula. Tepatnya di ronde IV MOTOR Plus Indonesian Super Matic Race di  Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu lalu.

Menurut Chepy Sugianto dan Suri  sang mekanik, kepala silinder korekannya diukur menggunakan flowbench di Bintang Racing Team (BRT). Flow atau debit gas bakar yang ada di lubang isap mencapai 110 cfm.

Itu didapat dengan menggunakan klep isap 28 mm. Sedangkan besar diameter lubang inlet dikorek mencapai 25,5 mm. Untuk klep ukuran ini memang menurut rumus dari flowbench BRT harus mencapai 110 cfm. “Agar gas bakar yang terisap optimal,” jelas Chepy yang  endut itu.

Untuk bukaan atau durasi klep dibikin sama. Klep isap membuka 34 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 60 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Durasi totalnya jadi 274 derajat.

Untuk klep buang juga tetap 274 derajat. Klep eksos membuka 60 derajat sebelum TMB dan menutup 34 derajat setelah TMA.

Durasi kem bisa dibuat ekstrem atau tinggi karena rasio kompresi juga sudah besar. Walau menggunakan bahan bakar Pertamax Plus, rasio kompresi bisa dipastikan dipatok pada 13,5 : 1.

Untuk suplai bahan bakar dipilih khusus agar sesuai dengan suhu pada malam hari. Maklum di balap matik lalu dipentas pada malam hari.


Menurut Chepy, paling pas menggunakan karburator Mikuni TM dengan diameter venturi 28 mm. Untuk pilot-jet 17,5 dan main-jet 127,5. Sesuai juga dengan trek yang waktu itu butuh rolling speed dan akselerasi spontan.

Guna mengimbangi kondisi sirkuit yang cocok untuk matik itu, CVT juga diatur ulang. Karena durasi kem yang ekstrem dan bagus untuk putaran atas, maka tenaga atau power di rpm bawah juga kudu dibenahi.

Menurut mekanik berambut ikal itu, roller dipilih yang punya bobot paling ringan. Di pasaran paling ringan tersedia bobot 5 gram.

Penyesuaian lain yaitu untuk buka-tutup kem yang punya lift bermain di angka  8,3 mm untuk klep buang dan klep isap 8,9 mm. Harus didukung penggunaan per klep Jepang yang dipasarkan AHRS .

Menggunakan per klep Jepang artinya membuat mesin bisa menjerit sampai rpm tinggi. Tidak floating dan suara mesin enggak mendem.

Penyesuain lain tentunya juga ikut dilakukan. Tentu mengikuti karakter sirkuit yang didominasi banyak tikungan. Yaitu seting suspensi.  Rebound juga kudu dibuat keras. “Baliknya sokbreker dibuat lama,” cuap Chepy lagi. 

Untuk aliran gas buang dipilih menggunakan buatan AHRS. Katanya dibuat dari bahan stainless yang punya diameter pas untuk mesin 150 cc. Knalpot ini juga sudah diproduksi massal untuk Mio harian dan balap bore up sampai dengan 150 cc.  Lha?  (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Ban : Indotire
CDI : BRT
Roller : AHRS
Sok belakang :  Daytona
 
Penulis : Aong | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yudi

Jumat, 04 Juni 2010

Pasang Karbu PE di Scorpio

Cukup Putar Manifold
4647pasang-karbu-adib-1.jpgGanti karbu Keihin PE pada Yamaha Scorpio kerap dilakukan mekanik. Untuk pemaasangan memang agak repot. Karena kalau karbu langsung dipasang ke intake karet bawaan motor bodi karbu bakal mentok dinamo stater.

Solusinya yang banyak diaplikasi akhirnya pasang adaptor atau intake tambahan yang dibuat dari aluminium. Dengan metode ini keuntungannya filter karbu tetap bisa diaplikasi.

"Kalau mau praktis pasang karbu PE sebetulnya bisa saja," ujar Suryo mekanik sekaligus pemilik bengkel Suryo motor di Cipinang, Jakarta Timur. Suryo bilang, caranya cukup sederhana. Yaitu tinggal putar saja posisi dudukan intake standar yang nempel di blok silinder.

Jadi, proses pengerjaanya mudah, lepas dulu dua baut pengikat intake standar menggunakan kunci ring 10. Setelah baut dibuka tinggal lepas intake dari blok. "Hati-hati saat melepasnya jangan sampai o-ring dalam intake rusak," ujar mekanik berkulit gelap ini.4648pasang-karbu-adib-2.jpg

Baru kemudian pasang kembali intake tapi posisinya dibalik. "Sisi bagian bawah intake yang tertulis kode BP5 letaknya pindah ke atas. Nah sebelum pasang dioles dulu pangkal intake pakai sealer" lanjut Soryo lagi.

Posisi intake yang sudah diputar bikin moncong bagian dalam karbu bisa dikunci klem intake. "Lumayan, jaraknya jadi lebih panjang 0,5 cm. Dengan begitu, moncong bagian dalam karbu bisa lebih menempel," yakin Suryo.

Namun konsekuensinya cocok bagi mesin Scorpio open air. Maksudnya kudu pakai filter variasi. Ini lantaran jarak karet klem standar yang mengunci venturi jadi terlalu pendek.

Kamis, 03 Juni 2010

Korek Harian Motor 4tak

Populasi bebek 4-nada kian bengkak. Yang nyemplak tidak mulu ibu-ibu ke pasar, nona-nona ke sekolah dan bapak-om ke kantor. Atau ojeker yang maunya irit. Tapi, bebek ini jadi kebanggan anak muda. Lebih ekstrem lagi, anak muda aliran olip alias ogah disalip.

Kalangan penyuka 4-tak ini, tentu belajar dari balapan. Entah itu MotoGP atau pasar senggol. Oooo... nyatanya 4-tak juga bisa kencang, ya. Berarti bisa kena sentuhan kohar alias korek harian. Iya, motor yang disuntik kemampuannya dari kondisi standar pabrik. Di zaman 2-tak, disebut korek jalanan.

Nah, era 4-tak sebut saja si kohar tadi. “Korek harian sama saja dengan korek jalanan. Intinya, lebih enak dari standar pabrik,” papar Zainudin mesra dipanggil bang Zai yang dulunya tukang korek jalanan 2-tak. Sekarang doski fokus korek harian 4-tak, tentu ikut berlaga di pasar senggol.

Aroma kohar wajib dibatasi. Otak-atik komponen mesin ditujukan sebagai kendaraan penunjang rutinitas. Fungsi, ketahanan, serta kenyamanan tetap kental pada kohar. “Lebih enak sekitar 20 persen tenaganya dari pabrik,” jelas Andika Bintang Budaya alias Gandhoz, mekanik yang juga instruktur HMTC.

So, bisa dipahami kan? Kohar bukan korekan balap. Ini pada 4-tak saat ini. Dulu, era 90-an, korek harian di 2-tak identik dengan balapan benaran 2-tak. Terutama kelas standar pemula 110 cc 2-tak. Di kelas ini, dilarang mengganti komponen dengan kompetisi. Murni bawaan pabrik yang dikorek di sana-sini.

Sementara, balap 4-tak di pemula dan senior, motornya setara. Yang membedakan kategori pembalapnya. Makanya, “Spek 4-tak untuk balap tak bisa mentah-mentah diterapkan di korek harian,” jelas tambah Gandhoz.

Kohar telah lama dikenal. Ya, sejak motor dijual. Biasa, itu hobi otak-atik menjalar ke jalanan. Dulu, lebih akrab disebut korek jalanan. “Apalagi saat kebut-kebutan di jalan ramai. Korek jalanan banyak dilakukan bengkel umum. Tapi masih murni akal-akalan mekanik,” kata Chairul alias Bang Yun, mekanik Yun’s Motor di Joglo, Jakarta Barat.

Perkembangan teknologi, kohar tidak sekadar mengandalkan mekanik. Onderdil pendukungnya, marak diperjualbelikan. Contoh, ratusan jenis knalpot racing, onderdil mesin, pengapian, bahkan peranti ciet. Kohar pun dapat angin. Bagi oknum anak muda, eh, malah berlanjut ke bali. Yang ini mah keliru.

Makanya, sesuai definisinya, kohar harus tetap mengandung tiga hal. Yaitu, fungsi, kenyamanan dan keamanan. Tetap punya perlengkapan lalulintas, rem pakem, dan layak bagi umum.

Kan korek harian tidak mengubah fungsi utama. Dia tetap sebagai kendaran sehari-hari mengantar sampeyan sampai tujuan. Berarti, setingan tidak terlalu boros dan tahan alias tidak rentan jebol. Makin ekstrem ubahan, kian rawan daya tahannya. “Memaksakan kemampuan motor jelas punya risiko. Kecuali sekalian ikut balap,” wanti Bang Zai lagi.

Unsur keamanan, ubahan korek harian musti mengikutkan standar. Misal, ubahan pada ban dan sistem pengereman bisa mendukung kecepatan akibat dikorek. “Ini wajib, termasuk untuk 4-tak,” tambah BangYun

Velg TDR

Velg TDR adalah velg buatan Thailand. Dari nama TDR(Thailand Development Racing), dapat di pahami bahwa TDR adalah salah satu Perlatan Motor yang dibuat untuk adu gengsi. Dan TDR merupakan merk ternama. Terutama di bagian Velg. Harganya pun cukup mahal,, tapi seimbang dengan harga dan mutu kualitasnya.
Velg TDR ini cukup bermodel dan cukup kuat walaupun bahannya terbuat dari Alumunium.

Minggu, 27 September 2009

Knalpot Kawasaki 250 R

Pasang Knalpot Racing



Beberapa pemilik Kawasaki Ninja 250R yang ganti knalpot racing mengeluhkan kesulitan saat seting. Kalau nggak nembak-nembak, tenaga nggak ngaruh banyak. Meski sudah seting jeting, tetap saja gejala nembak susah diatasi. Tenaga juga tetap masih kurang nendang.



Menurut Bambang Warsito, ada yang perlu dilakukan saat ganti knalpot racing, selain jeting. "Kalau dari pengalaman banyak pengguna Ninja, termasuk yang di arena balap, lubang snorkle musti ditutup. Itu mempermudah seting atau jeting," terang mekanik bengkel Anjany Racing, Jakarta Barat.



Dimaksud snorkle katup dari air clean system yang terhubung dari filter udara dan ke head silinder atau lubang buang. "Itu kan untuk pasokan udara bersih. Memperbanyak O2 yang disemprotkan di lubang buang, sehingga bisa menekan CO. Tujuannya untuk mengurangi emisi atau polutan," tambahnya.



Nah, saat knalpot diganti racing kan lebih free flow. Efek tendangan balik berkurang. Akibatnya bahan bakar ada yang terbuang. Dibarengi masih pasang snorkle masih terdapat udara murni yang menuju lubang buang. Udara itu akan terbakar di knalpot bersama bahan bakar yang terbuang. Maka dampaknya jelas jadi nembak. Dor...dor..!



"Makanya, melepas snorkle memang jadi cara yang lebih efektif. Tinggal atur komposisi gas bakar dari jeting," tambah Stanley Hudiono, manager Best Lap Racing Team, yang juga copot snorkle di semua motor balapnya.



Namun ketika snorkle dilepas, otomatis lubang saluran menuju ke head harus ditutup. Jangan dibiarkan menganga. Demikian juga untuk filter dan ke karburator. "Bisa menggunakan baut 12, yang biasa untuk silinder motor 2-tak seperti RX-King. Tinggal diiket deh pake kawat," terangnya lagi.



Sementara, untuk saluran karbu bisa ditutup pake skrup yang biasa dipakai untuk cover bodi. "Sedang untuk filter, bisa langsung ditutup langsung pake lem. Takut masuk air," tambah Stanley.



Memang sih, efek dari pelepasan snorkle membuat CO jadi tinggi. "Ya memang risiko untuk dapat tenaga yang lebih gede," kilah Bambang.

Rabu, 16 September 2009

Perbesar Suplai Bensin

Karbu dan Kem Racing
2009-06-05 19:02:01
2284dongkrak-satria-dvd-1.jpgBagi yang masih penasaran pengin tenaga Suzuki Satria F-150 lebih tinggi lagi, bisa terapkan doping tambahan. Caranya memperbesar pemasukan campuran bensin-udara yang masuk silinder. Bisa pasang karbu gede, kem durasi lama dan lift tinggi.

Karburator standar menggunakan sistem vakum. Suplai bensin kurang responsif lantaran menunggu kevakuman dari mesin. Ukuran venturi juga hanya 26 mm. Pilot-jet 12,5 dan main-jet 110.

Jika mau pakai karbu yang lebih gede, bisa menggunakan Keihin PE 28. Tujuannya bukan saja mendongkrak power. Tarikan mesin lebih responsif Racinglantaran menganut model skep yang langsung ditarik kabel gas. Tidak seperti standar F-150 model vakum, yang jauh lebih lambat.2285dongkrak-satria-dvd-2.jpg

Namun penggunaan karbu PE 28 ini harus seting spuyer. “Jika masih pakai spuyer bawaan PE 28 akan ngok di putaran atas lantaran kegedean,” jelas Suar yang sudah pasti mekanik BRT itu.

Untuk itu spuyer harus diseting ulang sesuai kemauan mesin. Menurut Hasan dari Hasan Motor, pilot-jet pasang ukuran 42 yang memang bawaan PE 28.

Sementara main-jet harus diganti. Bawaan PE 28 kegedean, yaitu 152. Kata Hasan, pasnya pakai yang 120. “Bentuknya seperti main-jet punya Honda Tiger,” jelas Hasan dari Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Hasan juga kasih penjelasan. Katanya jika susah mencari main-jet Tiger yang asli, bisa ambil merek Extreme. Katanya lebih akurat dari merek lain.

Jangan lupa setelan udaranya harus diatur ulang. Sudah menggunakan knalpot racing, setelan 2 putar balik setelah diseting mentok.

Namun jika sudah menggunakan kem racing biasanya spuyer harus diseting ulang. Kalau pakai kem Kawahara, anehnya spuyer minta diturunkan. Misalkan asalnya pilot-jet 42 dan main-jet 120 harus diganti pakai yang lebih kecil. Sekitar 1 step.

Mau lebih sip lagi, perbesar kompresi. “Caranya gampang. Paking kepala silinder asli ada 3 lapis, tinggal dikurangi. kompresi dipastikan sudah lumayan naik,” jelas Suar.

Bensin KLX 150 dan Satria F150

Boleh Premium, Asal...
2009-09-11 22:36:59
2961hal12_bensinklx_boyo1.jpgKawasaki KLX150 sejatinya motor elit. Buktinya PT Kawasaki Indonesia (KMI) anjurkan motor gaya 'Ali Topan' itu memakai bensin oktan 91 atau setara Pertamax. "Di KLX150 mengikuti spek motor 4-tak kompresi tinggi. Rasio kompresi 9,5 : 1 sesuai tipikalnya yang jago torsi, galak di rpm bawah. Jadi butuh bensin oktan tinggi," ujar Reiner M. Sitorus, Head Market Spare-Parts & Service Department, PT KMI.

Sayangnya, banyak joki KLX150 acuh anjuran pabrik yang tertulis jelas di atas tangki. Atau karena alasan lain, banyak yang pakai bensin dengan RON di bawah 91, seperti Premium. "Akibatnya, terjadi detonasi, ngelitik karena pembakaran tidak pada waktunya. Efeknya ruang bakar cepat kotor," jelas Reiner lagi.2962hal12_bensinklx_boyo2.jpg

Hal ini pun terjadi di Satria F-150 yang mewajibkan pakai bahan bakar setara Pertamax. Jika tidak, bukan mustahil gak cuma ruang bakar kotor. Keselamatan mesin pun terancam.

Toh menurut Ibnu Sambodo, jika terpaksa pakai Premium, gejala ngelitik bisa diakali. Caranya, ubah waktu pengapian secara manual. Triknya kudu dikerjakan mekanik andal. "Mundurin waktu pengapian dengan mengubah posisi pick-up koil atau pulser. Geser pulser ke kiri secara presisi," ujar pawang tim balap Kawasaki Elf IRC NHK Rextor M-Tech itu.

Selain mundurin waktu pengapian manual, cara lain yang mujarab mengganti perangkat pengapian CDI atau igniter dengan yang programmable. Yaitu yang bisa diatur waktu pengapiannya.

"Kebetulan PT KMI sudah siapkan CDI aftermarket berlabel Nojikawa. CDI ini bisa disetel waktu pengapiannya, maju atau mundur. Cukup putar ke kiri atau ke kanan knop waktu pengapiannya. Kalau pakai Premium, tinggal mundurin setengah atau 1 derajat," pesan Reiner.

So, tingal pilih. Isi Pertamax, ubah waktu pengapian atau pakai CDI yang programmable.

Kamis, 27 Agustus 2009

Disc Belakang

DISC BELAKANG
2009-01-07 15:45:43
81302-var-disc-blkg-yudi.jpg









Ukuran : 220 mm
Merek : Koso
Harga : Rp 250 ribu
Alamat : Boulevard Hijau Blok B1, No.40
Ruko Sentra Niaga 3
Harapan Indah, Bekasi
Telepon : (021) 92683609

Monoshock Scorpio dan Vixion

MONOSOK V-IXION - SCORPIO
2009-01-15 16:39:25
90905-var-monosok-yss.jpg









Merek : YSS
Harga : Rp 600 ribu
Alamat : MMS
Jl. HOS Cokroaminoto, No. 5
Larangan Utara, Ciledug
Telepon : (021) 73457473

CDI CBR TDR

CDI HONDA CBR 150
2009-02-20 20:29:24
141204-var-cdi-tdr-niko.jpg







Merek : TDR
Harga : Rp 750 ribu
Alamat : Mitra2000 Center
Komplek Lodan Center Blok G, No. 2
Jl Lodan Raya, Jakarta Utara
Telepon : (021) 6930777

DC Booster

DC BOOSTER
2009-02-20 20:30:36
1413var-booster-nurfil-4.jpgKeterangan: Penstabil arus dan tegangan kelistrikan
Harga : Rp 95-150 ribu
Alamat : CV. Multiniaga Solusindo
Jl. Joe, No.27A, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telepon : (021) 7871644

Intake Racing Vario

INTAKE RACING
2009-04-17 13:10:51
191504-var-intake-varro-istimew.jpgMerek : Varro
Harga : Rp 140 ribu
Alamat : CV. Junior Motorsport Jl. Raya Bogor, Km. 42, No. 1 Cibinong, Bogor
Telepon : (021) 87901768